Kelompok antibiotic ini terdiri dari Eritromisin
dan Spiramisin.
Linkomisin sebenarnya secara kimiawi tidak ada
hubungannya tetapi karena mirip sekali dalam aktivitas, mekanisme kerja, dan
resistensinya maka dibahas bersama dalam kelompok ini. Kelompok ini terdiri
dari Linkomisin dan Klindamisin.
Eritromisin
Dihasilkan oleh Streptomyces erythreus.
Berkhasiat bakteriostatik, dengan mekanisme kerja merintangi sintesis protein
bakteri. Antibiotik ini tidak stabil dalam suasana asam (mudah terurai oleh
asam lambung) dan kurang stabil pada suhu kamar. Untuk mencegah pengerusakan
oleh asam lambung, maka dibuat tablet salut selaput atau yang digunakan jenis
esternya (stearat dan estolat). Karena memiliki spectrum anti bakteri yang hampir
sama dengan penisilin, obat ini digunakan sebagai alternative pengobatan
pengganti penisilin bagi yang sensitive terhadap penisilin.
Efek samping :
mual, muntah, dan diare
Spiramisin
Spektrum kegiatannya sama dengan eritromisin,
hanya lebih lemah. Keuntungannya adalah daya penetrasi ke jaringan mulut,
tenggorokan, dan saluran pernafasan lebih baik dari eritromisin (untuk saluran
pernafasan atas).
Linkomisin
Berasal dari Streptomyces
lincolnensis. Memiliki khasiat
bakteriostatik terhadap gram positif dengan spectrum lebih sempit dari
eritromisin. Merupakan obat pilihan kedua bagi kuman yang resisten terhadap
penisilin, khususnya pada radang tulang (osteomielitis).
Klindamisin
Klindamisin merupakan derivate linkomisin yang
sejak tahun 1981 digunakan sebagai lotion untuk pengobatan jerawat
Comments (0)
Post a Comment